Jumat, Mei 01, 2009

Konferensi Nasional I PERWAKIN

Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan profesionalisme keperawatan secara global, perawat Indonesia berkembang dari lulusan sekolah menengah menjadi lulusan perguruan tinggi. Perkembangan ini seharusnya memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di Indonesia. Tetapi pada kenyataannya kita diperhadapkan pada situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan. Masyarakat banyak mengeluh dengan sikap perawat yang tidak profesional, mereka tidak melihat lebih baik dari generasi-generasi sebelumnya. Ada apa gerangan?

Bagaimana dengan perawat Kristen di Indonesia? Sudahkah perawat Kristen menjalankan amanat Kristus melayani dengan sepenuh hati? Bagaimana perawat Kristen menunjukkan jati dirinya sebagai garam dan terang di tengah-tengah lingkungan pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini?

Sudahkan perawat Kristen di Indonesia menyadari prinsip-prinsip etis dalam mengemban tugas sebagai perawat profesional?

Bagaimana kepemimpinan perawat Kristen dalam tatanan pelayanan kesehatan saat ini?Apa tuntutan terbesar dalam kepemimpinan perawat Kristen saat ini?

PERWAKIN (Persekutuan Perawat Kristen Indonesia) bersama NCFI-PACEA (Nursing Christian Fellowship International-Pacific and East Asia) mengajak seluruh perawat Kristen di Indonesia untuk bergumul bersama menyikapi tantangan yang kita hadapi saat ini. Melalui Konferensi Nasional I PERWAKIN dengan tema:"Perilaku Etis dan Kepemimpinan Perawat Kristen", diharapkan kita menemukan jawaban dari setiap pergumulan yang kita hadapi saat ini dan yang akan datang.

Tujuan
1. Memberikan pandangan tentang perilaku etis seorang perawat Kristen
2. Memberikan pandangan tentang kepemimpinan perawat Kristen dalam tatanan pelayanan kesehatan
3. Mengembangkan jejaring antar perawat Kristen di seluruh Indonesia

Pelaksanaan

Konferensi Nasional I PERWAKIN akan dilaksanakan pada :
Tanggal : 22-25 Oktober 2009
Tempat : Hotel Dhyana Pura Beach Resort Bali

Peserta
1. Perawat
2. Simpatisan dunia keperawatan

Biaya
Paket A : Seminar + Menginap 4 Hari 3 Malam + Tour : Rp. 1.850.000,-
• Tour ke Tanjung Benoa (water sport, disiapkan pakaian basah). Tour sudah termasuk naik glass botton boat dan mengunjungi Pulau Penyu. Untuk kegiatan lainnya program optional dengan biaya pribadi (Banana Boat, Parasailing, Snorkling, Flying Fish, Jet Ski, dll)
• Makan Siang di GWK
• Tour ke Pura Uluwatu
• Tour Tanah Lot + Shopping
• Makan malam di pantai Jimbaran – Jukung Cafe

Paket B : Seminar + Menginap 3 Hari 2 Malam : Rp. 1.500.000,-

Paket C : Seminar 2 Hari : Rp. 700.000,-


Informasi dan Pendaftaran
1. Sekretariat KONAS RS Immanuel
Jl. Kopo 161 Bandung
Telp. (022) 5201656 ext. 2107, Fax (022) 5205400
Helena Susanti : 0852-9453-5445 / (022) 92039553
Anna Susana : 0812-204-9676
2. Sekretariat PERWAKIN RS Cikini
Jl. Raden Saleh 40 Jakarta
Telp. (021) 38997777 ext. 7435, Fax (021) 3153440

Kofirmasi Pendaftaran paling lambat tanggal 30 September 2009

Biaya pendaftaran dapat di transfer ke bank BNI Cabang ITB Bandung
a/n. ANNA SUSANA No. REk. 002-337-1491 (bukti transfer mohon di fax ke (022) 5205400)

Senin, April 06, 2009

PERTEMUAN NASIONAL RUMAH SAKIT ANGGOTA PELKESI

Latar Belakang Kegiatan
Pelayanan kesehatan di Indonesia baik swasta maupun pemerintah saat ini terus dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima dan memuaskan bagi customer maupun masyarakat. Tuntutan ini bisa dijadikan peluang bagi Rumah Sakit yang sudah kuat namun bisa juga menjadi ancaman bagi rumah sakit yang masih lemah. Kondisi ini sangat mungkin dirasakan oleh Rumah Sakit swasta yang umumnya dan Rumah Sakit keagamaan pada khususnya. Suatu strategi dengan menghimpun rumah sakit – rumah sakit baik secara geografis, kesamaan latar belakang dan jenis pelayanan merupakan satu langkah untuk memperkuat pelayanan rumah sakit kelompok tersebut.
Demikian juga dengan Pelkesi, yang menghimpun rumah sakit – rumah sakit Kristen berharap dapat memfasilitasi kebutuhan anggota rumah sakit yang beraneka ragam. Pada pertemuan nasional pada bulan April 2008 dengan tema membangun kebersamaan di antara rumah sakit kristen telah membuahkan beberapa kesepakatan yang sudah ditindaklanjuti seperti konsultasi akreditasi rumah sakit dan penyediaan buku-buku yang berhubungan dengan akreditasi, penyediaan website dan buletin sebagai sarana komunikasi dan informasi, namun masih ada yang belum ditindaklanjuti seperti pencantuman identitas bersama sebagai rumah sakit yang bergabung di lembaga Pelkesi.
Kemudian pada pertemuan beberapa rumah sakit di Jakarta (bertepatan dengan acara PERSI) diangkat lagi mengenai keberadaan rumah sakit kristen memasuki tahun 2009 ini, apakah itu sumber daya medis, spesialis, paramedis dan rohaniawan, bagaimana pelayanan yang diberikan apakah sudah menampakkan pelayanan yang holistik, bagaimana fasilitas penunjang kesehatan yang ada saat ini, dan hal-hal lain yang perlu dipersiapkan untuk mempertahankan keberadaan rumah sakit kristen.
Sejalan dengan tantangan di atas, Pelkesi berupaya untuk mempertemukan Pimpinan rumah sakit kristen dan beberapa perangkat kesehatan yang terkait dari rumah sakit untuk mencari strategi dan kegiatan dalam rangka mempertahankan eksistensi rumah sakit kristen, dan di sisi lain mendorong peran gereja terhadap kesehatan.
Harapan Pelkesi melalui pertemuan nantinya ada hal yang bisa dilaksanakan lebih konkrit baik di tingkat wilayah terlebih di tingkat rumah sakit.

Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Merancang strategi bersama dalam memperkuat eksistensi rumah sakit kristen.
2. Merancang strategi bersama dalam memperkuat peran gereja terhadap kesehatan.
3. Memfasilitasi melalui ajang konsultasi terhadap permasalahan manajemen rumah sakit.

Tema Kegiatan
Tema dari kegiatan ini adalah : Eksistensi Rumah Sakit Kristen dan Peran Gereja

Bentuk Kegiatan
Kegiatan disusun dalam format seminar, diskusi panel dan studi kasus dengan materi sebagai berikut :
Seminar :
1. Undang Undang Yayasan : Pemahaman Dan Penerapan Dalam Sistem Governance Rumah Sakit Kristen.
Pembicara : Winanto Wiryamartani, SH, M.Hum
2. Alternatif Strategi Revitalisasi Dan Pengembangan Rumah Sakit Kristen
Pembicara : Dr. Albert Hendarta, MPH
3. Kepemimpinan Kristen Dalam Era Globalisasi
Pembicara : Jonathan L. Parapak

Diskusi Panel :
1. Model Rumah Sakit Kristen Holistik
Panelis: Rumah Sakit Baptis dan YAKKUM
2. Hubungan Yayasan – Gereja – Rumah Sakit Kristen
Panelis : Gereja Kristen Sumba, GKP Bandung, Gereja Toraja

Studi Kasus :
Proses Pengembangan Rumah Sakit Kristen
Presenter : Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dan Rumah Sakit Kristen Tayu Pati

Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini disusun untuk dilaksanakan pada :
Hari : Jumat–Minggu
Tanggal : 1–3 Mei 2009
Waktu : 12.00 WIB – Selesai
Tempat : Hotel Patra Semarang Convention Hotel (Jl.Sisingamangaraja,Semarang)

Kontribusi Peserta
Kontribusi kepesertaan untuk pertemuan ini adalah Rp. 750.000,-/orang.

Peserta Kegiatan
Peserta dari kegiatan ini ditargetkan 60 orang dengan sasaran sebagai berikut :
1. Perwakilan sinode gereja yang memiliki yayasan atau rumah sakit.
2. Pembina dan pengurus yayasan pemilik rumah sakit.
3. Pimpinan rumah sakit anggota Pelkesi.

Batas pendaftaran akhir untuk menjadi peserta dalam pertemuan ini adalah tanggal 24 April 2009. Untuk mendaftarkan diri dalam Pertemuan Nasional Rumah Sakit Anggota PELKESI, para peserta bisa mendaftarkan diri melalui beberapa cara sebagai berikut :
1. Mendaftarkan diri melalui Faksimili
a. Peserta mengisi formulir pendaftaran peserta seperti yang tercantum pada brosur yang sudah dikirimkan (jika belum memiliki brosur dapat menghubungi panitia)
b. Peserta mengirimkan formulir pendaftaran peserta melalui faks no : (024) 3542063

2. Mendaftarkan diri melalui Telepon
a. Peserta menghubungi sekretariat panitia dan memberikan informasi sama seperti pada formulir pendaftaran.
b. Nomor telepon sekretariat adalah : (024) 3542224 - 25 pswt 151

3. Mendaftarkan diri melalui Email
a. Peserta mengirimkan email yang berisi data peserta sesuai dengan formulir pendaftaran peserta.
b. Alamat email yang dapat dikontak adalah : pertemuan-pelkesi@live.com

4. Mendaftarkan diri melalui Blogs
Peserta melakukan reply pada halaman bawah blogs www.pertemuan-pelkesi.blogspot.com, dan mengisikan data sama seperti formulir pendaftaran, dengan format sebagai berikut : nama peserta / jabatan peserta di lembaga / lembaga pengutus / alamat lembaga / nomor telepon lembaga pengutus / nomor ponsel peserta / nomor faks peserta / alamat email peserta / kontribusi (tunai/transfer) / tanggal pendaftaran.

contoh :
Suko Dwi Nugroho / Pemasaran / Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum / Jl. Citarum 98 Semarang / (024) 3542224 / 081325747486 / (024) 3542063 /sukodwinugroho@hotmail.com / transfer / 20 Maret 2009

Kamis, Maret 26, 2009

LAPORAN KUNJUNGAN DI PAPUA:

Jayapura

Isu kesehatan telah lama menjadi issu diakonia oleh Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. GKI memiliki sarana pelayanan kesehatan, seperti RS Effatha, Anggruk (Kabupaten Jayawijaya), BP-BKIA Yoka Distrik Sentani, Pusat Rehabilitasi Kusta RS Selebesolu, Sorong. Disamping itu, ada juga lembaga pelayanan kesehatan lain yang dikelola oleh organisasi gerejawi lain, seperti Baptis atau MAF (Mission Aviation Fellowship). Paling tidak ada 15 unit (lembaga) pelayanan kesehatan, yang berhimpun dan membangun jaringan bersama institusi pelayanan kesehatan di Indonesia, yang berhimpun dalam PELKESI.

Hanya saja 10-15 tahun terakhir, sarana pelayanan ini kurang berjalan dengan baik, disamping karena tenaga kesehatan (profesional) yang melayani dan diperbantukan, telah selesai tugas dan kembali ke daerah (lembaga) pengutus, tetapi juga pelayanan kesehatan belum menjadi isu utama dalam kebijakan program gereja. Komunikasi dan koordinasi kurang berjalan dengan baik, bahkan nyaris tidak ada.

Kondisi kesehatan di Tanah Papua sangat memprihatinkan. Jumlah kasus HIV/AIDS adalah yang tertinggi bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Papua, atau urutan ke-2 kasus terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Endemi malaria dan angka kesakitan lain juga tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Angka kematian ibu hamil, ibu melahirkan dan balita pun adalah yang tertinggi. Penyebaran tenaga kesehatan profesional, khususnya tenaga spesialis, hanya ada di kota provinsi atau kabupaten. Bahkan dokter umum, perawat dan bidan tidak semua ada di Puskesmas apalagi Pustu (puskesmas pembantu).

Karena itu bertepatan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JK LPK Indonesia)—dimana Pelkesi menjadi partisipan (anggota, pen)—yang diselenggarakan di Jayapura, penulis mengambil waktu untuk melakukan audiensi dan berdiskusi dengan Pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Nn. Jemima Krey, S.Th (Ketua). Pada kesempatan tersebut dikemukakan kondisi kesehatan di Papua, sebagaimana digambarkan di atas, dan langkah-langkah yang perlu diambil, termasuk dalam membangun dan mengembangkan jejaring bersama dalam Pelkesi.
Salah satu langkah yang diambil adalah mulai mengaktifkan BP-BKIA Yoka, Sentani Kabupaten Jayapura. Sekarang ini pembangunan rumah dinas dokter telah selesai, dan dilanjutkan dengan renovasi BP-BKIA. Disamping itu, RS Effatha di Anggruk, Kabupaten Jayawijaya juga mulai diaktifkan, disamping membangun “tempat-sementara” (shelter) untuk penderita AIDS.

Diharapkan Pelkesi, dapat membantu upaya-upaya pengaktifan kembali sarana pelayanan kesehatan tersebut, disamping ucapan terima kasih karena Pelkesi sudah mulai aktif (re-aktivasi) di daerah ini, (dari Manokwari, Klasis Manokwari) melalui fasilitasi di BP Juliana Manokwari. Bantuan dan fasilitasi yang dimaksud adalah pelatihan manajemen BP, pengembangan pelayanan kesehatan jemaat, dan pemberdayaan guru injil dengan pengetahuan dan wawasan kesehatan. Karena guru injil ini yang menjadi ujung tombak bertemu dengan jemaat, khususnya di pedalaman. (***)


Manokwari

Manokwari merupakan daerah entry, Pelkesi mulai aktif di Tanah Papua. Reaktivasi ini merupakan kebijakan pengembangan organi-sasi pada Munas VI tahun 2003 di Yogyakarta.

Persoalan tidak berfungsinya jejaring Pelkesi 10-15 tahun terakhir karena belum ada kontak person yang menjadi penghubung (lialison) antara Sekretariat (Jakarta) dan Papua. Dalam struktur organisasi Pelkesi, daerah Papua adalah wilayah V. Di daerah Papua, melalui komunikasi intensif didapatkan penghubung, yang profesional di bidang kesehatan tetapi juga aktivis gereja.

Dalam pertemuan dengan pengurus wilayah V, yang antara lain dihadiri oleh Dr. Alfred Bandaso (Wakil Ketua) dan Dr. Renold Simatupang (Sekretaris) didiskusikan tentang keadaan Pelkesi di wilayah V pada umumnya dan Manokwari pada khususnya. BP-BKIA Juliana sebagai sarana pelayanan gereja, yang dikelola GKI Klasis Manokwari, dikunjungi rerata 20 pasien setiap hari. Dalam hal pembiayaan, dibantu oleh klasis dan Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan. Gaji dan operasional BP, dapat ditanggulangi. Sekarang ini sedang diajukan kepada Pemerintah Provinsi untuk pengembangan bangunan pelayanan (termasuk fisik) BP ini ke arah pelayanan rawat inap sementara. Pengajuan ini sedang dibahas oleh Pemerintah daerah.

Beberapa program dan kegiatan pelayanan kesehatan berbasis jemaat agak lamban perkembangannya karena sebagian besar pengurus, pindah tugas ke daerah pemekaran “baru”. Pengaturan waktu untuk rapat dan koordinasi agak jarang dilaksanakan. Walaupun demikian, sedang dipikirkan juga untuk mengajak daerah lain di Papua, seperti Merauke, Jayapura dan Sorong. Pertemuan ini dilaksanakan dalam bentuk Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). (***)